Es Cao

Alhamdulillah Yaa Alloh akhirnya bisa juga masuk ke rumah ini, setelah sekian puluh hari meninggalkannya….. Tadi barusan nyoba masuk lewat google chrome tidak bisa katanya salah apa githuuu….huhuhuuh. Akhirnya nyoba lewat mozzila bisa juga, leggaaa rasanyaaa….*syujudsyukur*.

Untuk mengawali postingan kali ini mari kita sambut postingan yang tidak bermutu yang sudah ngendon dari jaman jebat setelah lebaran, yaitu oleh-oleh mudik lebaran. Di depan rumah mertua ada pohon cao yang menjalar, yang daunya ada bulunya itu lhoo….*kayaknya enak kalo dibikin es siang-siang, seggerrrr* jadi menantu yang baik hati ini memetik beberapa helai untuk dibawa pulang ke sidoarjo…;p.

 

cao

 

Bikinya gampang sodara-sodara. Daun cao di cuci bersih, trus diremas-remas dengan air (airnya pake kira-kira aja). Kemaren waktu bikin ini jadi inget masa kecil waktu mainan daun randu yang dibuat minyak-minyakan jaman bahuela, daun randu dikasih air trus diremas-remas trus disaring….hihihiihih*nostalgia masa kecil* halah kok jadi ngomongin daun randu. Ya itu tadi metodenya daun cao diremas-remas disaring trus diamkan nanti akan membeku mengeras menjadi cao.

Untuk juruh (kuah gula merah santannya) : Gula merah+gula pasir (ini banyaknya terserah, sesuai selera kita manisnya), kasih air (airnya juga terserah, suka suka deh pokoknya), kasih daun pandan, sedikit garam dan vanili. Rebus sampai mendidih angkat. Sajikan cao yang sudah mengeras tadi dengan guyuran kuah gula merah. Beri es jika suka.

cao2

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: