Bingka Ubi Kayu

Proyek pagi hari, request dari bu boss alias bu pejabat teras, ada event lomba masak berbahan dasar ubi-ubian, jadilah saya di tunjuk untuk mencoba resep. Yah berhubung saya memang anak yang rajin emak yang suka bereksperimen didapur, jadi ya diterimasajalah. Ide resepnya saran dari neng kris, ambil dari JTT. Waktu bikin bingka ini pagi hari jadi gedubrakan sambil kejar setoran nyiapin bekal, maklumlah emak-emak rempong dipagi hari*jadi curcol, iishh*.

Niatnya kemaren mau bikin setengah resep saja, tapi apa daya kayaknya nanggung karna sebagian mau dibawa ke kantor buat temen kantor, rasanya katanya embak dirumah kayak  mirip wingko…. waduuhhh, kok jadi wingko gimana to ini…hahahh. Oooo, begini tho rasanya bingka, kalo menurutku kayak lemet yang panggang…qeqeqeqe.  Kalo lemet ibuku dirumah biasa bikin (lemet atau kalo di daerah asalku nyebutnya utri, itu semacam singkong yang diparut dikasih gula dan parutan kelapa trus dibungkus daun pisang dan dikukus).

Kemaren sengaja pake loyang bulat, karna takut matangnya lama kalo dijadiin dalam satu loyang maka tiba-tiba muncul ide kreatip*tuing,tibatiba ada bintang muter2dikepala*. Sebagian sisa adonan kemaren aku kasih pasta pandan dan dituang ke cetakan lapsur (loyang yang ada sekatnya, dan cuman dioles margarin saja, ide brriilliiiannn, suuupeerr sekali *senyum3senti*. Resepnya dibawah ya, halowww mba Endang JTT … ijin share resepnya ya…thankyu….:)

bingka copy

Bingka Ubi Kayu

Sumber : http://www.justtryandtaste.com

Untuk 1 loyang bingka ukuran 20 x 20 cm

Bahan:
– 2 butir telur
– 200 ml santan kental (saya pakai Kara)
– 1/2 sendok teh vanili bubuk
– pewarna kuning secukupnya (optional)
– 900 gram parutan ubi kayu (peras airnya, biarkan mengendap, buang air jernih diatasnya dan ambil endapan yang ada dibawahnya, campur ke parutan ubi kayu)
– 250 ml air
– 200 gram gula pasir
– 40 gram mentega/margarine

Cara membuat:

  1. Panaskan oven, set di suhu 180’C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan mentega dan alasi dengan kertas minyak. Sisihkan.
  2. Siapkan mangkuk, masukkan telur, kocok hingga lepas. Tuangkan santan, vanili bubuk dan beberapa tetes pewarna kuning (jika suka). Jika anda menggunakan jenis ubi kayu mentega yang telah berwarna kuning maka tidak perlu lagi menggunakan pewarna. Aduk campuran hingga rata.
  3. Menggunakan panci kecil, rebus air dan gula pasir hingga mendidih. Masukkan mentega dan aduk hingga meleleh. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi parutan ubi kayu. Aduk rata. Adonan akan terlihat sedikit mengental.
  4. Jika adonan sudah tidak terlalu panas, tuangkan campuran telur + santan ke dalam adonan ubi kayu. Aduk rata dan tuangkan ke loyang yang telah disiapkan.
  5. Panggang selama + 45 menit atau hingga kue matang dengan permukaan coklat keemasan. Tusuk dengan lidi untuk mengetes kematangan kue. Dinginkan hingga kue benar-benar dingin sebelum dipotong dan disajikan. Berhubung ovenku gak ada api atasnya, jadi atasnya gak bisa kuning keemasan, tapi waktu dites tusuk udah gak lengket jadi ya kuangkat saja.

bingka2 copy

Note: Kue harus benar-benar dingin saat dipotong agar tidak lengket di pisau. Kemaren pisaunya aku lapisi plastik biar gak lengket.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: